Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

....

selamat datang di blogger kondang.BLOGGER KONDANG hanyalah SEBUAH NAMA,karena kebingungan milih nama,yaudah jadilah blogger kondang.WALAUPUN TAK SEKONDANG ORANGNYA DAN KEMAMPUAN NYA HEEEE...HE...100XXXXXXXX!!BERBAGI INFORMASI YANG MENARIK DARI BERBAGAI SUMBER.,,TERMASUK DARI BLOG SEBELAH TUH..HEE...!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tampilkan postingan dengan label dunia agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia agama. Tampilkan semua postingan

Surat - Surat Nabi Muhammad SAW Untuk Para Raja

Written By bisnis online on Kamis, 05 Mei 2011 | 09.29

inilah Surat - Surat Nabi Muhammad SAW Untuk Para Raja
Setelah Perjanjian Hudaibiyyah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam memiliki kesempatan untuk berdakwah yang lebih luas. Beliau mengirimkan banyak surat kepada pembesar di berbagai negeri menyeru mereka kepada Islam. Berikut ini adalah kisah tiga orang raja yang berbeda reaksinya ketika menerima surat dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Perbedaan reaksi ini berakibat pada perbedaan nasib yang mereka alami.

1- Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)
Isi surat:
Dari Muhammad utusan Allah untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia).
Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahwa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.

Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam menulis surat kepada An-Najasyi yakni Ashhamah bin Al-Abjar dan menyerunya kepada Islam. Raja An-Najasyi mengambil surat itu, beliau lalu meletakkan ke wajahnya dan turun dari singgasana. Beliaupun masuk Islam melalui Ja’far bin Abi Tholib radiyallahu ‘anhu.

Beliau lalu mengirimkan surat kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam dan menyebutkan tentang keislamannya.

Raja An-Najasyi akhirnya meninggal dunia pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyyah. Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam memberitakan hal itu pada hari wafatnya lalu melakukan shalat ghaib untuknya. Beliau juga mengabarkan bahwa Raja An-Najasyi kelak akan masuk surga.

2- Surat Nabi saw untuk Raja Heraclius (Kaisar Romawi)
Isi surat:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung.

Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Al-Imron 64

Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam mengirim surat kepada Kaisar Heraklius dan menyerukan kepada Islam. Pada waktu itu Kaisar sedang merayakan kemenangannya atas Negeri Persia.

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam telah mengirim Dihyah bin Khalifah Al-Kalby sebagai utusan kepada Kaisar Heraklius penguasa Kekaisaran Romawi, negara adi daya pada masa itu. Sang Kaisar pun berkeinginan untuk melakukan penelitian guna memeriksa kebenaran kenabian Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau memerintahkan untuk mendatangkan seseorang dari Bangsa Arab ke hadapannya.

Abu Sufyan rodhiyaullahu ‘anhu, waktu itu masih kafir, dan rombongannya segera dihadirkan di hadapan Kaisar. Beliau diminta berdiri paling depan sebagai juru bicara karena memiliki nasab yang paling dekat dengan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Rombongan yang lain berdiri di belakangnya sebagai saksi, sehingga beliau tidak berani berbohong. Itulah strategi Kaisar untuk mendapatkan keterangan yang valid.

Maka berlangsunglah dialog yang panjang antara Kaisar dengan Abu Sufyan rodhiyaullahu ‘anhu. Kaisar Heraklius adalah seorang yang cerdas dengan pengetahuan yang luas. (Baca: Dialog Dengan Raja Heraclius Dan Pengakuannya => Cari disitus ini menggunakan fitur pencarian Diatas)

Dengan kecerdasan dan keluasan ilmunya Kaisar bisa mengetahui kebenaran kenabian Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan Kaisar menyatakan :
“Dia (maksudnya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam) kelak akan mampu menguasai wilayah yang dipijak oleh kedua kakiku ini.” Sedang saat itu Kaisar sedang dalam perjalanan menuju Baitul Maqdis.

Kaisar lalu memuliakan Dihyah bin Khalifah Al-Kalby dengan menghadiahkan sejumlah harta dan pakaian. Kaisar memuliakan surat dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam namun masih lebih mencintai tahtanya. Akibatnya adalah di dunia Allah Subhanahu wa Ta’ala memanjangkan kekuasaannya. Namun dia harus mempertanggungjawabkan kekafirannya di akhirat kelak.

3- Surat Nabi saw untuk Raja Khosrau II (Penguasa Persia)
Isi surat:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung.
Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi bawha Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi.

Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam mengirim surat kepada Kisra Abrawaiz raja dari Negeri Persia dan menyerunya kepada Islam. Namun ketika surat itu dibacakan kepada Kisra, iapun merobeknya sambil berkata, ”Budak rendahan dari rakyatku menuliskan namanya mendahuluiku.

Ketika berita tersebut sampai kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam, beliaupun mengatakan, ”Semoga Allah mencabik-cabik kerajaannya.”

Doa tersebut dikabulkan. Persia akhirnya kalah dalam perang menghadapi Romawi dengan kekalahan yang menyakitkan. Kemudian iapun digulingkan oleh anaknya sendiri yakni Syirawaih. Ia dibunuh dan dirampas kekuasaannya.

Seterusnya kerajaan itu kian tercabik-cabik dan hancur sampai akhirnya ditaklukkan oleh pasukan Islam pada jaman Khalifah Umar bin Khaththab radiyallahu ‘anhu hingga tidak bisa lagi berdiri. Selain itu Kisra masih harus mempertanggung-jawabkan kekafirannya di akhirat kelak.
zzz
09.29 | 0 komentar

Written By bisnis online on Rabu, 04 Mei 2011 | 08.59

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsGR_qEV7Ek-XmqqMyncUFKZazHz5Lb5c4_eirJja7VrrD5QU1fzTNS9OyVQg1b7HLSuOcWaRrB01EdgvT0oiqDzTO3mT89XzrDjDv34d3Jro0by-4CznvdpgmSVpLnn9bkglfK21afq8/s1600/devil.gifNama : Iblis

Kedudukan : Pemimpin tertinggi syetan jin dan syetan manusia.

Gelar : Laknatullahi'alaihi (semoga Allah melaknatnya)

Lahir : Sebelum Nabi Adam alaihissalam diciptakan

Tempat Tinggal : Tempat-tempat yang kotor, WC, dan rumah-rumah manusia yang terdapat gambar & patung, serta rumah yang tidak disebutkan Nama Allah Azza Wajalla ketika orang memasukinya. (baca : Tempat Mangkal Favorit Syetan)

Kemampuan : Tidak dapat mengetahui yang Ghaib, namun ia dapat berubah bentuk menyerupai wujud manusia, hantu, anjing hitam, ular atau wujud lainnya.

Agama : Kafir

Ciri2 Sosok dan Rupa : Ghaib, ia dan keturunannya tidak mudah dilihat. “Sesungguhnya ia (syetan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Lihat QS.Al-A’raf: 27)

Sifat : Sombong.
"Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ Iblis menjawab, ‘Aku lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang Engkau ciptakan dia dari tanah’ (Lihat QS.Al-A’raf: 12)

Bahasa: Dapat mengetahui semua bahasa manusia, punya kemampuan membaca, memahami, berbicara dan Berkomunikasi tanpa menggunakan aksen asing.

Juru Bicara: Paranormal, Dukun, dan penyebar ideologi-ideologi sesat.
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Al-Jin: 6) (Lihat Qa’idah ‘Azhimah, hal. 152)

Asisten : Para wanita yang menampakkan aurat nya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah)”. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan dengan syarat Muslim oleh Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi`i dalam Ash Shahihul Musnad, 2/36).

Masa Jabatan: Sampai hari kiamat. Iblis pernah memohona: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan" (Lihatlah QS.Shaad:79)

Kaki Tangan : Orang kafir, Fasiq, Murtad, dan Munafiq. Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaithan" (Lihat QS.Al-Isra:27).

Kekasih di Dunia: Para penjudi, peminum khamr, pezina dan mereka-mereka yang bermaksiat kepada Allah Ta'ala. "Sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu dan berjudi itu dan menghalangi kamu untuk untuk mengingat dan shalat". (QS.Al-Maa’idah:91)

Musuh utama: Para Nabi dan Ulama yang memikul tugas kenabian.
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu syetan-syetan manusia dan jin sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yg lain perkataan-perkataan yg indah-indah utk menipu” (Lihat QS.Al-An’am:112).

Musuh Umum: Setiap orang mu'min.
"Maka kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka". (Lihat QS.Thaha:117)

Hobby : Berbuat keji, merusak dan menjerumuskan manusia dan Jin ke dalam kekufuran dan menyesatkan mereka sejauh-jauhnya. "Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar" (Lihat QS.An-Nur: 21)

Cita-Cita: Menjadikan seluruh manusia dan jin menjadi sesat dan kafir dan menjadi pengikutnya.

Tujuan Hidup : Menggiring manusia ke dalam neraka. Iblis pernah bersumpah: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus" (Lihat QS.Al-A'raf:16).

Makanan dan minuman Favorit : makanan dan minuman yang tidak disebutkan nama Allah 'aza wajalla atasnya. “Sesungguhnya setan ikut makan dengan orang yang tidak menyebut nama Allah (didalam makan & minumnya).” (HR. Muslim 6/107)

Jika seseorang makan dan mengucapkan basmillah, maka syetan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

Tempat Favorit : Tempat najis dan tempat-tempat maksiat. Jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kamu akan masuk WC, maka bacalah:
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari hal-hal yang keji dan kotor.” (HR. Bukhori 1/48)

Tempat yang Dibenci: Majelis Ilmu, medan jihad dan tempat-tempat ketaatan.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya syetan tidak dapat membuka yang tertutup dengan membaca Basmalah.

Lukisan kesayangan: Tato dan simbol-simbol iblis.
Dari Abu Juhaifah Radiyallahu ‘anhu : “Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam telah melarang dari (memakan) hasil (jual beli) darah, anjing, usaha pelacuran, dan (beliau) telah melaknat pemakan riba, yang menyerahkannya, pembuat tato (gambar tubuh), yang meminta ditato serta tukang gambar.” (HR Bukhari).

Mata Pencaharian : Setiap harta yang haram.

Suara kesukaan: Musik dan nyanyian.
Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, ”Dua suara terlaknat di dunia dan di akhirat; ‘Seruling-seruling (musik-musik atau nyanyian) ketika mendapat kesenangan, dan rintihan (ratapan) ketika mendapat musibah’.” (Dikeluarkan oleh Al Bazzar dalam Musnad-nya, juga Abu Bakar Asy Syafi’i, Dliya’ Al Maqdisy, lihat Tahrim ‘alath Tharb oleh Syaikh Al Albani halaman 51-52)

Yang ditakutkan & dikhawatirkan oleh nya: Manusia yang Ta'at kepada Allah dan istiqomah diatas nya (Al-Qur'an dan As-Sunnah). “Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Robb-nya.” (Lihat QS.An-Nahl: 99)

PESAN ROSULULLAH BUAT KITA
Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya di Madinah terdapat golongan jin yang telah masuk Islam, maka jika kalian melihat sebagian mereka –dalam wujud ular– berilah peringatan tiga hari. Dan apabila masih terlihat olehmu setelah itu, bunuhlah ia, karena sebenarnya dia adalah syetan.” (HR. Muslim no. 2236 dan 139 dari Abu Sa`ib, maula Hisyam bin Zuhrah) [3]

“Apabila salah satu di antara kamu bangun dari tidur hendaknya berwudhu dan mengeluarkan air hidung tiga kali karena sesungguhnya syetan bermalam di lubang hidungnya.” (HR. Muslim 1/146).

“Sesungguh syetan itu berjalan di dlm diri anak Adam melalui aliran darah.”


Jabir bin Abdillah berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila sudah lewat beberapa saat dari tenggelamnya matahari, maka boleh kamu lepaskan anak-anakmu dan tutuplah pintu rumah dan bacalah basmalah, karena syetan tidak bisa membuka rumah yang tertutup.” (HR. Bukhari 7/145)

Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda : "(Sesungguhnya kami para) Malikat tidak masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar” (HR Bukhari & Muslim, dengan lafadz Muslim).

Dari Zaid bin Khalid dari Abi Talhah secara marfu’: “Malaikat tidak akan masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan patung (gambar).” (HR Muslim).

“Janganlah kamu menjadikan rumahmu seperti kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al-Baqoroh.” (HR. Muslim 2/188)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila anak Adam membaca ayat sajdah lalu dia sujud, maka setan itu pergi dan menangis dan berkata; 'celaka diriku, anak Adam diperintah sujud, maka dia sujud, lalu dia mendapat surga sedangkan aku diperintah sujud aku enggan maka aku masuk neraka'.” (HR. Muslim 1/61)

“Sesungguhnya setan apabila dikumandangkan adzan dia lari sambil mengeluarkan suara kentutnya.” (HR. Muslim 2/6)[/list]

Maka kita katakan: “Ya Rabbku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung kepada Engkau ya Rabbku dari kedatangan mereka kepadaku.” (lihat Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
 
http://situslakalaka.blogspot.com/2011/03/biodata-iblis-ditemukan-secara-tidak.html
zzz
08.59 | 0 komentar

Arsitek Taman Istana Kerajaan Inggris Jatuh Hati Pada Islam

Written By bisnis online on Selasa, 03 Mei 2011 | 08.56

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYdL9BPxTpTb1QpCPgD0ReMTaSNLJFEOOmCpE1OFi1Myw7KB31Kq8359GqMU7esFCjIT7ZSHNRt5IYW_bDADkzIAiaPraW_yefTh0nb_EaIlQjTEWpFj8sSvgh2ruesBaT8KQb6yMW-44/s1600/emma_clark.JPGMungkin dengan mudah kita banyak menjumpai para ahli arsitektur taman. Namun, tidak demikian dengan mereka yang mengkhususkan diri pada rancangan taman berkonsep Islam. Emma Clark merupakan salah satunya. Di tanah kelahirannya, Inggris, perempuan paruh baya ini memang dikenal luas sebagai seorang arsitek spesialis taman bernuansa Islam.

Emma adalah seorang muslimah Inggris yang memeluk agama Allah bukan dari jalur keturunan dan keluarga. Ia baru memeluk Islam tujuh tahun lalu, tepatnya pada pertengahan Februari 2004 silam. Emmas lahir dan tumbuh di tengah-tengah keluarga pemeluk Kristen Protestan yang terbilang taat.

Kabar mengenai kepindahan Emma menjadi seorang pemeluk Islam sempat menghiasi pemberitaan di berbagai media di Inggris. Maklum saja, karena keluarga besar Emma termasuk salah satu keluarga terpandang di negeri Ratu Elizabeth II ini. Kakek buyut Emma, Herbert Henry Asquith, pernah menjabat sebagai perdana menteri Inggris periode 1908 hingga 1916. Sang kakek buyut juga dikenal sebagai tokoh yang ikut melibatkan Inggris dalam Perang Dunia (PD) pertama.

Perihal keputusannya berpindah keyakinan, Emma enggan membagi kisahnya kepada media-media Inggris. “Kita semua adalah satu ras. Saya berharap fenomena ini bukan seperti musim yang segera berlalu,” ujarnya kepada harian Sunday Times menanggapi fenomena maraknya warga kalangan menengah ke atas di Inggris yang memeluk Islam beberapa tahun terakhir.

Harian Sunday Times menyebutkan bahwa Emma Clark termasuk salah satu arsitek taman yang ikut membantu membuat desain sebuah taman bernuansa Islam di kompleks rumah sekaligus peternakan milik putera mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles, yang terletak di Highgrove, kawasan Gloucestershire. Konsep taman tersebut ia beri nama “Carpet Garden”. Ia juga ikut merancang taman serupa di seputar tempat parkir sebuah masjid di Woking, Surrey.

Konsep taman ada dalam Alquran
Dalam merancang sebuah taman, Emma tidak pernah keluar dari konsep rancangan sebuah taman dalam ajaran Islam. Karenanya tak mengherankan jika ia banyak mengacu kepada gambaran konsep sebuah taman sebagaimana yang banyak diterangkan di dalam kitab suci Alquran.

Emma bahkan telah menulis buku mengenai konsep taman Islam. Dalam bukunya yang diberi judul The Art of The Islamic Garden ini Emma secara khusus mengulas bagaimana Alquran tidak hanya mengajarkan kepada umat Islam mengenai masalah ibadah, tetapi juga mengajarkan banyak hal. Salah satunya adalah mengenai konsep penataan sebuah taman.

”Islam mengajarkan bahwa semua kebun atau pun taman yang ada di muka bumi ini hendaknya dibuat berdasarkan konsep taman dan kebun di surga seperti yang digambarkan dalam Alquran,” papar Emma.

Ketertarikan Emma terhadap penataan taman sesuai dengan konsep Alquran berawal dari fenomena peningkatan suhu global yang mulai melanda kawasan Eropa Utara. Peningkatan suhu global melanda kawasan Eropa Utara ini telah mengusik rasa kepedulian Emma sebagai seorang arsitek taman untuk mendesain sebuah taman yang dapat mengurangi dampak pemanasan global.

Berawal dari situlah Emma kemudian melakukan sejumlah penelitian. Dari berbagai penelitian yang dilakukannya Emma menemukan fakta bahwa konsep taman yang dikembangkan oleh para arsitektur muslim di masa kekhalifahan Islam ternyata sangat ramah lingkungan dan bisa menjadi solusi untuk mengatasi peningkatan suhu global yang mulai melanda sejumlah tempat di muka bumi.

Hasil penelitiannya ini kemudian ia tuangkan dalam sejumlah konsep taman di Inggris. Konsep taman Islam yang ditawarkan oleh Emma ini pun banyak diminati di negara-negara di luar Inggris. Dan, sejak saat itu namanya dikenal luas sebagai arsitek spesialis taman Islam.

Berdasarkan konsep Islam, terang Emma, pohon-pohon yang ada di dalam taman hendaknya ditanam secara selang- seling antara pohon cemara dan pohon buah-buahan. Untuk pohon buah, ia merekomendasikan pohon almond, cherry, apel, pear atau pohon plum. Namun, jenis pohon buah yang akan ditanam, menurut Emma, bisa saja disesuaikan dengan iklim daerah setempat. Misalnya, di Inggris, bisa saja jenis pohon buah yang ditanam adalah buah murbei.

Dalam Alquran, ungkap Emma, ada empat jenis pohon yang banyak disebut, yakni ara, zaitun, delima dan kurma. Dalam konsep taman yang dibuatnya di kediaman pribadi Pangeran Charles di Highgrove, Gloucestershire, Emma menggunakan tiga dari empat jenis pohon yang banyak disebut dalam Alquran ini. Untuk taman di kediaman Pangeran Charles, ia menggunakan pohon ara, zaitun dan delima. ”Kalau kurma saya anggap tidak cocok untuk di tanam di lokasi ini.”

Dalam bukunya, Emma juga memaparkan bahwa konsep taman dalam Islam hendaknya memiliki elemen air di dalam taman, berupa kran-kran air yang dalam konsep Islam berfungsi sarana untuk berwudhu atau bersuci. Selain itu juga terdapat kran air khusus yang berfungsi sebagai focalpoint pada taman utama, yang dapat memancarkan air sewaktu-waktu. n dia

Keberadaan sebuah taman dalam Islam juga menjadi suatu simbol bagi keterbukaan, dimana taman berfungsi sebagai open space (ruang terbuka). Karenanya penanaman vegetasi pada burffer area (ruang penyangga) menggunakan tanaman yang bersifat tembus pandang (tidak terlalu rapat).
zzz
08.56 | 0 komentar

Mantan Penasihat Presiden Amerika Yang Terpesona Oleh Shalat

Written By bisnis online on Minggu, 24 April 2011 | 08.42

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqNjUAuqhgUpYlC4z-RPIyXTldNbvLTG-jYhlOuiQaMKXBhXW3XkdkyWJp6Jw6VxT0dr7H6io0FGhuf-lmrYEw7jGuKUKLDRFK67esekO6fX1Y6TKTiNn6FCh2mWAx8q_X6LmkeHhOYu8/s1600/richard_dickson_crane.jpgMantan Penasihat Presiden Amerika Yang Terpesona Oleh Shalat
Berbagai posisi penting dalam pemerintahan Amerika Serikat (AS) pernah ditempati Robert Dickson Crane. Dia pernah menjabat sebagai penasihat politik luar negeri untuk Presiden AS ke-37, Richard Nixon, dari 1963 sampai 1968.

Dan untuk waktu yang sangat singkat menjabat wakil direktur perencanaan Dewan Keamanan Nasional pada masa pemerintahan Nixon, serta menjadi duta besar untuk Uni Emirat Arab (UEA) di masa pemerintahan Presiden Ronald Reagan. Setelah memeluk Islam, lelaki kelahiran Cambridge, Massachusetts, AS, 26 Maret 1929 ini lebih banyak berkecimpung dalam berbagai kegiatan yang mengkampanyekan tentang Islam.

Nenek moyang Crane dari garis ibu berasal dari daratan Eropa yang bermigrasi ke wilayah Amerika. Keluarganya datang ke New Haven, Connecticut, pada 1636. Beberapa di antara mereka menetap di Elizabethtown (sekarang Elizabeth), New Jersey. Sementara nenek dari pihak ayahnya berasal dari suku Indian Cherokee.

Meski berasal dari kalangan suku Indian, namun keluarga besar Crane tetap menomor satukan urusan pendidikan. Ayah Crane merupakan seorang pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas Harvard. Sementara keluarga besar ibunya dikenal publik Amerika sebagai salah satu penyokong finansial Universitas Northwestern. Karenanya tak mengherankan jika sedari kecil hingga dewasa ia mendapatkan pendidikan yang memadai.

Selepas menamatkan pendidikan menengah atas, Crane sempat berkuliah di Universitas Harvard, namun tidak sampai tamat. Kemudian ia melanjutkan pendidikan setingkat sarjana muda di Universitas Northwestern. Setelah lulus dari Northwestern, ia diminta untuk membantu menjalankan usaha keluarga. Kemudian kedua orang tuanya memintanya untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Harvard.

Sejak muda, Crane gemar menulis berbagai artikel. Salah satu artikel yang pernah ditulisnya adalah mengenai strategi ruang angkasa Soviet. Ketika pecah Krisis Misil Kuba, ia menulis sebuah artikel panjang tentang strategi perang psikis.

Tanpa ia duga artikel tersebut dibaca oleh mantan orang nomor satu di Amerika, Richard Nixon. Nixon membacanya di atas pesawat dalam penerbangan dari California ke New York. ''Dia memanggil saya segera setelah mendarat, pada Januari 1963, dan bertanya apakah saya bersedia menjadi penasihatnya untuk urusan politik luar negeri.''

Sebagai penasihat presiden tentunya ia harus menguasai berbagai aspek persoalan terkait dengan politik luar negeri. Tugas utamanya saat itu adalah mengumpulkan artikel-artikel terbaik pada setiap pokok persoalan dan menggabungkan semua artikel tersebut menjadi buku ringkasan untuk dibaca oleh Nixon yang kala itu menjabat sebagai Wakil Presiden.

Nixon memang dikenal gemar membaca. Berbagai macam artikel dibacanya, salah satunya adalah mengenai agama. Ia tertarik untuk membaca tentang bermacam-macam agama. Dan dia ingin mengetahui tentang Islam. ''Saat itu saya telah membaca sedikit tentang Islam, sebab saya pikir Islam akan menjadi sekutu Amerika Serikat yang paling kuat dan tahan lama untuk melawan Komunisme. Sebab kami berdua, saya dan Nixon, memandang Komunisme sebagai ancaman dunia,'' ungkap Crane.

Saat Nixon hendak mencalonkan diri sebagai Presiden AS, Crane termasuk salah satu orang terdekat Nixon yang tidak memberikan dukungan. Terlebih lagi pemikirannya yang kerap bersebrangan dengan ketua tim sukses Henry Kissinger, membuatnya disingkirkan selama masa kampanye 1968. Setelah terpilih menjadi Presiden AS ke-37, Nixon menunjuk Crane menjadi wakil direktur perencanaan untuk Dewan Keamanan Nasional. Sementara posisi direktur dipegang oleh Kissinger. Namun, hubungannya yang kurang harmonis dengan Kissinger membuat Crane tersingkir dari Dewan Keamanan Nasional.

Crane mengakui pada awalnya ia tidak pernah memikirkan Islam secara serius. Yang diketahuinya tentang Islam hanyalah bahwa orang Muslim yang baik harus membunuh orang Kristen dan surga orang Muslim seperti rumah pelacuran. ''Saya sangat muak dan tidak pernah berhasrat mempelajari agama ini. Agama ini sangat primitif. Dan saya menasihati Nixon untuk menggunakan Islam sebagai sekutu untuk melawan Komunis. Saya pikir Islam adalah agama yang menjijikkan, tetapi paling tidak, dapat digunakan untuk melawan Komunisme.''

Tetapi, sebuah perjamuan makan di Bahrain mengubah pandangannya tentang Islam. Saat itu musim panas tahun 1977, Crane beserta istrinya sedang berada di Bahrain. Di tengah suhu yang tidak bersahabat, jauh di atas 100 derajat, sang istri memintanya menemani melihat-lihat istana di Al-Muharraq, yang merupakan kota dagang tertua di dunia. Kota ini hanya terdiri dari lorong-lorong sempit, seperti sebuah jaringan jalan yang semrawut.

Kondisi jalan yang semrawut ini membuat Crane dan istrinya tersesat di tengah keramaian. Dalam kondisi bingung, tiba-tiba ada orang tua lewat di depannya dan mengajak Crane ke rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasinya saat itu. Crane beserta istri kemudian menghabiskan sisa hari mereka di sana.

Sang tuan rumah menjamu mereka dengan berbagai macam makanan. ''Kami berbicara tentang berbagai hal, dan dia mengatakan bahwa dia seorang Muslim. Saya sungguh terpesona karena dia benar-benar orang baik. Kami tidak pernah membicarakan tentang Islam. Kami berbincang tentang apa-apa yang baik di dunia, tentang hal-hal yang buruk di dunia, dan tentang apa yang penting di dunia. Juga tentang peran Tuhan di dunia, tetapi tidak mengenai agama Islam,'' paparnya.

Momen tersebut benar-benar membekas dalam dirinya. Setelah perjamuan tersebut, Crane mulai berpikir apakah sebaiknya ia mulai mempelajari agama Islam. Ia pun mempelajari Islam, dan menyadari bahwa segala sesuatu dalam Islam adalah benar-benar apa yang selama ini selalu diyakininya.

Pada tahun 1980, ia berkesempatan mengikuti sebuah konferensi tentang gerakan Islam di New Hampshire. Seluruh pemikir besar dari gerakan Islam dunia hadir di sana. Ketika waktu makan siang tiba, Crane lebih memilih bergabung bersama para tamu asing. Yang ada dalam pikirannya saat itu hanyalah keinginan untuk belajar sebanyak mungkin dari mereka.

Tanpa banyak bertanya, Crane kemudian mengikuti langkah para delegasi asing ini ke sebuah ruangan yang lantainya ditutupi permadani. Semula ia mengira mereka akan makan siang. Namun, dia baru menyadari kalau hari itu adalah hari Jum'at. ''Mereka akan melakukan shalat Jum'at. Saya memutuskan sebaiknya saya meninggalkan mereka. Tetapi saya pikir itu akan menyinggung perasaan mereka. Lalu saya hanya duduk di bagian belakang ruangan,'' ujarnya mengenang peristiwa tersebut.

Yang bertindak selaku imam shalat saat itu adalah Hasan Al-Turabi, seorang tokoh terkemuka gerakan Islam internasional asal Sudan. Menyaksikan Al-Turabi bersujud, Crane pun terhenyak sesaat. ''Saya menyadari bahwa dia membungkuk kepada Allah. Jika dia dapat bersujud kepada Allah maka itu artinya dia sepuluh kali lebih baik dari saya. Saya memutuskan bahwa saya juga harus bersujud,'' ujarnya. Dia merasa mendapatkan teladan dari situ. Saat itu juga, Crane bersujud dan memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.
http://situslakalaka.blogspot.com/2011/03/mantan-penasihat-presiden-amerika-yang.html
zzz
08.42 | 0 komentar

subhanallah!!!inilah makam nabi kita terdahulu

Written By bisnis online on Sabtu, 09 April 2011 | 03.29

Jejak Kaki Nabi Adam a.s di Srilanka

Makam Abeel Anak dari Nabi Adam a.s di Arab Saudi

Makam Abu Talib Paman Nabi Muhammad SAW di Mekkah
Makam Fatimah Zahra
Makam Khadijah Istri Nabi Muhammad SAW di Mekkah
Makam Nabi Adam a.s di Jordan
Makam Nabi daud a.s di Israel
Makam Nabi Harun
Makam Nabi Muhammad SAW di Arab Saudi
Makam Nabi Musa a.s di Israel
Makam Nabi Saleh a.s
Makam Nabin Shoaib
Makam Nabi Zakaria
Makam Siti Hawa di Jeddah

http://ramatangse.blogspot.com/2010/08/jejak-kaki-nabi-adam.html
zzz
03.29 | 0 komentar

kehancuran israel:kabar al-quran

Written By bisnis online on Kamis, 07 April 2011 | 04.03

inilah kehancuran israel:kabar dari al-quran
Secara global Al-Qur’an mengabarkan kehancuran Yahudi, seperti firman-Nya:

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآَخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

“Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan Israel) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang Islam di bawah pimpinan Imam Mahdi) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam Masjid (Al-Aqsha), sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama, dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa yang mereka kuasai”. (QS. Al-Isra’: 7)

Sejak 1948 Yahudi merampas tanah Palestina. dan sejak 2006 sampai sekarang mereka memblokade Gaza. Sehingga sekitar 1,5 juta jiwa muslim terkurung rapat dari dunia luar. Berbagai upaya kemanusiaan untuk membantu mereka selalu digagalkan oleh Israel, termasuk misi kemanusiaan yang baru saja diserang pasukan komando Israel di perairan Gaza (Laut Mediterania). Tidak ada kekuatan di dunia ini yang mampu menghentikan kebiadaban Israel. Pengepungan dan pemenjaraan massal oleh penjajah Israel dengan pembangunan tembok pemisah dimulai 16 Juni 2002 di Tepi Barat dengan dalih pengamanan. Panjang tembok tersebut mencapai 721 km sepanjang Tepi Barat, tinggi 8 meter sehingga mengisolasi lahan pertanian milik penduduk Palestina yang ditanami berbagai buah, seperti anggur dan zaitun. Hal ini berakibat perekonomian Palestina terpuruk. Pengepungan ini sudah dinubuwatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Hampir tiba masanya tidak dibolehkan masuk (embargo) kepada penduduk Iraq meski hanya satu qafiz makanan dan satu dirham,” Kami bertanya dari mana larangan itu? Beliau menjawab: “Dari orang-orang asing yang melarangnya.” Kemudian berkata lagi: “Hampir tiba masanya tidak diperbolehkan masuk (blokade) kepada penduduk Syam (Palestina) meski hanya satu dinar dan satu mud makanan.” Kami bertanya: “Dari mana larangan itu? Beliau menjawab: dari orang-orang Romawi.” (HR. Muslim)

Siapa kekuatan yang mampu menghancurkan Israel?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan: “Akan muncul dari Khurasan (Afghanistan) bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (al-Quds)“. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad).

Kehancuran Israel berarti kiamat telah dekat, sehingga banyak orang mempertahankan eksistensi Negara Israel tersebut, namun janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terlaksana:

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin memerangi bangsa Yahudi, sampai-sampai orang Yahudi berlindung di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon tadi akan berbicara; Wahai orang Islam, hai hamba Allah! di belakangku ada orang-orang Yahudi, kemarilah, bunuhlah dia, kecuali pohon Ghorqod, sebab ia itu sungguh pohonnya Yahudi”. (HR. Ahmad)

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shahih-nya (2922)].

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Fathul Bari (6/610)]. Wallahu a’lam.
zzz
04.03 | 0 komentar

bagaimana cara melihat allah

mari kita ulas bagaimana cara melihat allah https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi38_6kZI-2x739E6vjl9OL8vqR4tjOiD2Jn_PkeHOPF_5Tqg-Qm5BhB9p9HKLqbzqriH88rptNRkp0Jn3F54UyLSB2Mg0JdN2LdFbYBGmGdd0vLDOR3YFVMQu4KbLLNIHduIOg6nxjZF0/s1600/islamis-wallpaper42.jpgMelihat
Tuhan bukan hal yang asing bagi para pengamal tasawuf yang telah mendapat bimbingan Guru Mursyid Kamil Mukamil Khalis Mukhlisin dan telah mencapai maqam Ma’rifat. Sebagian besar tulisan yang ditampilkan di sufimuda tentang tasawuf adalah hal-hal yang berkenaan dengan Ma’rifat, kalau anda baca Melihat Allah, Mimpi Berjumpa Rasulullah SAW, Surat Untuk Allah, do’a Sufimuda adalah ungkapan-ungkapan betapa manisnya buah yang dihasilkan dari pohon Ma’rifat, disini kita tidak lagi membicarakan dalil-dalil bagaimana pohon itu tumbuh, cara merawatnya, pupuk apa yang cocok dan bibit mana yang bisa cepat menghasilkan buah yang manis dan ranum, kita hanya membicarakan tentang “rasa” dan pengalaman “merasakan”. Karena tasawuf adalah dunia rasa, sebagaimana ungkapan mereka, “Tidak tahu kalau tidak merasakan”. Kami tidak perlu tahu siapa Guru Mursyid yang membimbing anda, yang kami yakini adalah bahwa anda telah mencapai tahap ma’rifat, dan mari kita duduk bercengkerama di Surau Sufimuda membicarakan tentang buah ma’rifat yang amat manis dan harum, hanya bisa dirasakan oleh orang yang telah memiliki buahnya, dan tidak akan mungkin bisa dirasakan dengan membaca walau ditulis ribuan lembar, tetaplah tidak akan bisa mewakili manis dan nikmatnya buah ma’rifat.Bagi anda yang belum pernah mendapat bimbingan dari seorang Guru Mursyid, akan tetapi punya keinginan untuk menemukan kebenaran lewat tasawuf silahkan anda membaca dalil-dalil yang berhubungan dengan thariqat di :
7 tanya jawab tentang thariqat, 7 tanya jawab tentang thariqat (lanjutan), definisi tasawuf, Berguru kepada Mursyid, Berwasilah kepada Mursyid dan Rabithah Mursyid dan silahkan bertanya kepada orang yang ahli dibidangnya.Bagi anda yang sangat awam tentang thariqat, mungkin juga anti thariqat sebagaimana kami dulu, kami sangat memahami kondisi anda, apalagi selama ini mungkin anda telah membaca tulisan-tulisan dari orang-orang yang sangat benci kepada Tasawuf, seperti Borok-Borok Sufi karya ulama Wahabi, atau buku-buku yang menyerang tasawuf yang rata-rata ditulis bukan atas dasar keilmuan akan tetapi lebih kepada propaganda untuk menghancurkan Tasawuf guna menghambat orang-orang yang ingin menemukan kebenaran. Silahkan anda baca disini , disini dan disini Setelah kami tampilkan tulisan Bisakah Melihat Allah?, banyak sekali komentar-komentar yang masuk baik yang mendukung maupun yang mengingkari dan mempertanyakan, mungkinkah kita bisa melihat Allah didunia? dan tentu orang-orang yang tidak meyakini bahwa Allah bisa dilihat didunia ini juga mempunyai dalil yang sangat mendukung, oleh karena itu kuranglah bijak rasanya kalau kami tidak menampilkan semua dalil, baik dari kalangan yang mendukung maupun yang mengingkari, kami mengutip tulisan tentang melihat Allah dari buku :

Jalan Menuju Ma’rifatullah dengan tahap (7M) karya ust. Asrifin S.Ag Penerbit “Terbit Terang Surabaya” (hal 259-26 , semoga bermanfaat untuk kita semua.Ma’rifat yang sebagai upaya seorang hamba untuk mengenal secara hakiki kepada tuhannya, maka dalam permasalahan ma’rifat ini ada suatu persoalan seputar “Bisakah seorang hamba itu melihat dengan matanya kepada Allah? Bisakah manusia yang bersifat fana itu melihat kepada dzat Qodim? Walau dengan mata hatinya, bisakah manusia yang selalu terjerat dalam lingkaran keihsanan itu melihat Allah yang memang secara dzatnya itu berbeda?”Ada tiga pendapat mengenai masalah melihat Tuhan ini yaitu:

1. Allah tidak dapat dilihat baik di dunia maupun di akhiratPendapat yang demikian ini terutama diwakili oleh satu golongan yang ada dalam golongan teologi (ilmu kalam) yaitu golongan mu’tazilah. Golongan ini menandaskan bahwa Tuhan tak akan pernah mungkin bisa dilihat. Ketidakbisaan Tuhan dilihat oleh manusia baik kelak di akhirat, apalagi di dunia. Golongan inimemberikan satu alasan bahwa selagi manusia itu masih dalam lingkaran keihsanan tidak akan pernah mungkin untuk melihat satu dzat yang “Laisa kamislihi sya’un”. Golongan ini selalu beralasan pada firman Allah sendiri yang menyatakan sebagai berikut:“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata sedang dia dapat melihat segala penglihatan itu. dan dia-lah Yang Maha Halus lagi maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am: 103).Selalu, ayat tersebut dijadikan sebagai argumentasi untuk memperkuat pendapat bagi kaum mu’tazilah dan tanpa melihat lagi atau mengkaji dan membanding-bandingkan dengan ayat lain yang menerangkan kebalikannya. Mungkin masalah melihat Tuhan ini terlalu irasional bagi mereka yang sejak semula memang selalu mengandalkan akal, sehingga mereka pun selalu meyakini bahwa mustahil Allah itu dapat di lihat oleh manusia di akhirat kelak, apalagi di dunia. Ada satu sindiran yang disampaikan oleh Syekh Allamah Al-Qori menanggapi pendapat kaum mu’tazilah tersebut yaitu:“Orang mukmin melihat Tuhannya, tanpa bentuk tanpa umpama. Nikmat lain tiada arti, dibanding melihat Ilahi Rabbi, kaum mu’tazilah yang rugi seribu rugi.”
2. Allah dapat dilihat di akhiratSatu pendapat yang menyatakan bahwa Allah bisa dilihat kelak di akhirat adalah berdasarkan ayat dan hadits-hadits sebagai berikut:“Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu, mereka pada melihat Tuhannya.”Dalam sebuah hadits diterangkan:“Dari Abu Hurairah ra. Seungguhnya orang-orang (para sahabat) bertanya, “ya, Rasulullah, apakah kita bisa melihat Tuhan kita pada hari kiamat?” maka Rasulullah menjawab, “Sulitkah kamu melihat bulan di malam bulan purnama?”Para sahabat berkata, “Tidak, ya Rasulullah.” Rasul berkata lagi, “Apakah kamu sulit melihat matahari di waktu tanpa awan? Sesungguhnya kamu akan Melihat Tuhan seperti itu.”Dalam sebuah riwayat yang lain, yaitu dari Imam Turmudzi, dari Umar ra., bahwa Rasulullah bersabda:“Sesungguhnya kedudukan surga yang paling rendah adalah penghuni surga yang melihat surganya, istrinya, pembantunya dan pelaminannya dari jarak perjalanan seribu tahun. dan penghuni surga yang paling tinggi di antara mereka adalah yang melihat Allah setiap pagi dan petang. Kemudian Rasulullah membaca, “Wajah-wajah di hari itu penuh keceriaan memandang Tuhannya.”
3. Allah dapat dilihat di dunia dan di akhiratPendapat yang mengatakan bahwa Allah dapat dilihat di dunia maupun di akhirat, pertama-tama menandaskan pada landasan ajaran Nabi tentang “ihsan”, yaitu:“Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya.”Sabda Nabi tentang teori ihsan ini bila dilacak dari segi ilmu bahasa akan mempunyai pengertian sebagai berikut: perkataan “KAANNA” sesungguhnya terdiri dari dua unsur kata, yaitu “KA” dan “ANNA”. dalam teori bahasa “KA” disebut harfut tamtsil (huruf yang berfungsi untuk kata perumpamaan). Sedangkan kata “ANNA” adalah huruf yang berfungsi untuk menguatkan (lit ta’kid) yang dalam arti bahasa Indonesia diartikan dengan “sungguh/sesungguhnya”. dengan demikian jika kata tersebut “KAANNA” digabung menjadi satu, maka akan berarti “ seperti sungguh-sungguh”. Perkataan Nabi “seperti sungguh-sungguh engkau melihat-Nya” bukan menunjukkan arti hanya “seakan-akan” yang tidak punya kemungkinan untuk melihat, tetapi sebaliknya perkataan itu malah menunjukkan kemungkinan bahwa Allah bisa dilihat. Hal yang senada pun ditegaskan sendiri oleh Allah dalam firman-Nya:“Sesungguhnya sembahyang itu memang berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, yaitu mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada Tuhannya.”Selain ajaran tentang ihsan tersebut, argumentasi lain yang dijadikan sebagai landasan pendapat bahwa Allah itu dapat dilihat baik di dunia maupun di akhirat adalah pada masalah kisah Nabi Musa yang menginginkan melihat Tuhannya, dimana kisah tersebut telah diabadikan dalam Al-Qur’an, yaitu pada surat Al-A’raf, ayat 143 sebagai berikut:“Dan ketika Musa datang untuk munajat pada waktu yang telah kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, maka berkatalah Musa, “Ya, Tuhanku, nampaklah diri-Mu kepadaku agar aku dapat melihat-Mu.” Tuhan berfirman, “kamu tidak akan dapat melihat-Ku tetapi lihatlah bukit itu, maka bila bukit itu tetap di tempatnya (seperti sedia kala) niscaya kamu dapat melihat-Ku. “tatkala Tuhan tajalli/nampak pada bukit itu, kejadian itu menjadikan bukit hancur dan Musa pun pingsan. Setelah Musa sadar kembali dia berkata, “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada-Mu dan aku orang yang pertama kali beriman (percaya).” (QS. al-A’raf: 143).Kisah tentang permintaan Nabi Musa untuk bisa melihat Tuhannya sebagaimana diabadikan dalam ayat tersebut, bila diteliti lebih mendalam sesungguhnya mempunyai kesamaan dengan kasus cerita yang dialami Nabi Ibrahim ketika memohon kepada Tuhannya untuk berkenan diperlihatkan bagaimana Allah menghidupkan seseorang yang sudah mati. Menanggapi permintaan Ibrahim tersebut Allah menjawab dengan satu perkataan, “Afalam tu’min (apakah kamu tidak percaya) ?” Seakan-akan Allah ragu dengan keimanan dan kepercayaan Ibrahim bahwa Allah adalah dzat Yang Maha segala-galanya, yang sanggup untuk menghidupkan kembali sesuatu yang telah mati. Apa jawaban Ibrahim pada waktu itu adalah “ Liyathma’inna qalbi”, yang seakan-akan Ibrahim berkata, “tidak Tuhanku. Bukannya aku tidak iman dan mempercayai-Mu. Tetapi permintaan ini aku lakukan supaya lebih mantap keimanan dan kepercayaanku kepada-Mu”, maka Allah pun mengabulkan permohonan Ibrahim.Permintaan Ibrahim sesungguhnya mempunyai kesamaan dengan permintaan Musa. Jika Ibrahim meminta kepada Allah agar dia berkenan menunjukkan bagaimana cara menghidupkan orang mati, maka Musa meminta kepada Allah agar dia sudi menampakkan diri supaya Musa dapat melihat-Nya. Memang, Allah tidak mengatakan “Afalam tu’min” kepada Musa sebagaimana yang pernah dia firmankan kepada Nabi Ibrahim. Tetapi Allah malah menyuruh Musa untuk melihat sebuah bukit. Jika bukit tersebut masih tetap sedia kala, maka Musa akan dapat melihat kepada-Nya.Sama halnya dengan permintaan Ibrahim yang langsung dikabulkan oleh Allah, maka demikian pula pada permintaan Musa untuk bisa melihat Tuhannya. dalam kisah Nabi Musa, memang dia tidak mengatakan “Liyathma’inna qalbi” yang artinya Musa memohon kepada Allah untuk dapat melihat Tuhannya itu supaya Musa lebih mantap keimanan dan kepercayaannya kepada Allah. Tetapi setelah kejadian itu, dimana Allah telah tajalli/menampakkan diri kepada Musa yang menjadikan bukit hancur dan Musa sendiri pingsan, maka setelah dia sadar dari pingsannya, baru dia mengatakan “Ana awwalulmu’minin”, saya orang pertama beriman. Beriman disini mempunyai arti percaya. Percaya kepada apa ? Yaitu percaya bahwa Allah itu benar-benar maujud dan Allah itu telah menampakkan diri-Nya dan mempercayai bahwa Allah bisa dilihat.Sehubungan dengan masalah kisah Nabi Musa sebagaimana di atas, ada beberapa pendapat yang mencoba untuk memberikan penafsiran tentang hal itu yang di antaranya adalah dari Qurthubi yang mengatakan :“Melihat Allah SWT. di dunia adalah dapat diterima oleh akal, kalau sekiranya tidak bisa, maka tentulah permintaan Musa. as. Untuk bisa melihat Tuhan adalah hal yang mustahil. Tidak mungkin seorang Nabi tidak mengerti tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh bagi Allah. Bahkan (seandainya) Nabi musa tidak meminta hal ini , ini pun bisa terjadi dan bukan suatu hal yang mustahil.” (Al-Jami’ul Ahkamul Qur’an).Selanjutnya, Ibnu Qoyyim pun berkata:“Bahwa sesungguhnya permintaan Nabi Musa akan melihat Allah adalah menunjukkan atas kemungkinan. Karena sesungguhnya seorang yang berakal, apalagi seorang Nabi tidak akan meminta hal-hal yang mustahil.”Selain kedua pendapat tersebut, dalam kitab Kawasyiful Jilliyah disebutkan sebagai berikut:“Adapun firman Allah SWT.: ‘Tatkala Tuhan tajalli/tampak nyata pada gunung itu, kejadian itu menjadikan gunung itu hancur.’ Maka apabila Allah bisa tajalli pada gunung, padahal gunung itu adalah benda padat, maka kenapa tak mungkin Allah tajalli pada Rasul-rasul-Nya dan Wali-wali-Nya?”Satu hal yang perlu ditandaskan di sini, sebelum satu argumentasi lagi disebutkan untuk mendukung pendapat yang menyatakan bahwa Allah dapat dilihat di dunia maupun di akhirat, adalah yang dimaksud dengan Allah dapat dilihat di sini adalah bukan dengan pandangan mata telanjang tetapi dengan pandangan mata batin. Sebagaimana keterangan pada bab-bab yang terdahulu, sesungguhnya pandangan mata indera sangatlah terbatas sehingga dengan demikian sudah tentu tak akan sanggup untuk bermusyahadah kepada Allah. Hanya mata batinlah yang mempunyai kesanggupan untuk bermusyahadah kepada-Nya. dan hal ini adalah merupakan kesepakatan kebanyakan ulama tasawwuf. Umumnya mereka berpendapat tentang mata batin ini sebagaimana berikut:“Apabila ruhaniyah telah menguasai bashirah, maka mata indera akan berlawanan dengan mata batin, mata indera tidak akan dapat melihat, kecuali pengertian-pengertian yang hanya terlihat oleh mata batin.”Dari keterangan di atas, ketika mata indera tidak mempunyai kesanggupan untuk menjangkau pandangannya, maka mata batinlah yang nanti mempunyai kesanggupan untuk menembusnya. Berhubungan dengan masalah mata batin ini pula sebagian ulama tasawwuf pun ada yang mempunyai pendapat bahwa dalam mimpi pun ternyata seseorang bisa bermusyahadah dengan Allah. Mengenai hal ini terdapat satu keterangan dalam kitab Shirajut Thalibin sebagai berikut:“Adapun di dalam tidur, sepakat sebagian ulama sufi kemungkinan terjadi melihat Tuhan.”Terlepas dari permasalahan dalam mimpi melihat Tuhan atau tidak, yang jelas satu argumentasi lagi yang perlu dikemukakan untuk memperkuat pendapat bahwa Allah dapat dilihat baik di dunia maupun di akhirat adalah pada kisah Isra’ Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW. di mana pada saat Nabi Isra’ Mi’raj Nabi benar-benar melihat Allah, sehingga seorang sahabat, yaitu Hasan bin Ali berani bersumpah sewaktu menerangkan hal itu. demikian pula dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Abbas yang oleh Imam Nawawi diterangkan sebagai berikut:“Kesimpulannya, sesungguhnya rajih (alasan yang paling kuat) menurut sebagian besar ulama bahwa Rasulullah melihat Tuhannya dengan nyata/mata pada malam Isra’ Mi’raj berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas dan lain-lain.”Dari beberapa argumentasi dan bukti-bukti baik dari Al-Qur’an maupun Hadits dan pendapat ulama yang dijadikan sebagai landasan atas pendapat yang terakhir ini, Ibnu Taimiyah, seorang yang dikenal sebagai pembaharu islam yang mengikuti aliran rasionalis yang juga banyak memberikan kritikan terhadap dunia tasawwuf memberikan satu kesimpulan dalam bentuk satu Qa’idah sebagai berikut: “Dan dari persoalan tentang melihat, sesungguhnya tiap-tiap yang maujud itu sah dilihat.”Berdasarkan satu Qa’idah tersebut dapat dijelaskan bahwa semua apa yang bersifat maujud (ada) sesungguhnya masih dapat dan sah untuk dilihat, sedangkan Allah sendiri adalah Wajibul Maujud (wajib ada), maka sudah barang tentu masih membuka kemungkinan untuk bisa dilihat. Wallahu a’lam!
http://nurhayun.blogspot.com/2010/06/selamat-di-hari-kiamat.html
zzz
04.01 | 0 komentar

inilah gambaran padang mahsyar

ngeri bos!!inilah gambaran padang mahsyar
Rasulullah s.a.w. bersabda, “Semua bagian tubuh manusia akan hancur kecuali satu tulang, iaitu ujung ekornya (ajab al-dzanb). dari tulang inilah dibangunkan kembali penciptaannya pada hari kiamat.” Hadis sahih ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. dalam riwayat Abu Ya’la dan Al-Hakim dari Abu Said Al-Khudri, para sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah rupa ujung ekor itu?” Baginda menjawab, “Seperti biji sawi (habbat khardal).” Maknanya tulang itu sangat kecil sehingga hampir tak terlihat oleh mata biasa.

Beberapa hadis menjelaskan bahawa proses pengembalian makhluk dimulai dengan hujan yang sangat lebat menyirami bumi selama beberapa hari. Air itu menumbuhkan tulang bakal makhluk yang terpendam di bawah tanah ini tumbuh dan berkembang. Rasulullah s.a.w. bersabda, “Mereka kemudian tumbuh bagaikan sayuran di musim hujan.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Apabila hari kebangkitan yang ditentukan telah tiba, Israfil meniup sangkakalanya (sur) yang mengembalikan setiap roh ke jasad. Manusia dan makhluk-makhluk Allah yang lain mulai tersedar dari tidur yang panjang. Mereka berkata, “Duhai celakalah kami. Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami?” seperti yang diceritakan dalam surah Yasin: 52.

Rasulullah s.a.w. bersabda, “Semua manusia akan dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitankan sebagaimana keadaan mereka ketika pertama kali diciptakan.” Rasulullah lalu membaca: Sebagaimana kami menciptakan (manusia) pertama kali, maka kami akan mengembalikannya. Itu merupakan janji yang akan kami laksanakan.” (Qs Al-Anbiya: 104).

Mahsyar

Tidak lama kemudian, semua makhluk bergerak dalam rombongan besar yang terdiri dari jutaan manusia menuju ke satu arah. “Hati manusia pada waktu itu sangat takut, pandangannya tertunduk.” (Qs Al-Nazi’at: 8-9). Sebahagian mereka berjalan dengan kakinya, sebahagian yang lain merangkak dengan tangannya, bahkan ada juga yang berjalan “dengan wajahnya”. Seseorang bertanya kepada Rasulullah s.a.w: “Bagaimana seorang kafir berjalan dengan wajahnya?” Baginda menjawab, “Bukankah (Allah) yang membuatnya dapat berjalan dengan kaki, maka dia juga mampu membuatnya berjalan dengan wajah?” Hadis riwayat Muslim.

Mereka kemudian berkumpul di Mahsyar; sebuah padang luas yang tanahnya putih bak pasir di pinggir pantai, datar tanpa bukit dan lubang. Tak ada bangunan ataupun bendera yang menunjukkan pemilikan. Al-Ghazali berkata, “Janganlah engkau mengira bahawa tanah itu seperti tanah di dunia ini. Tidak ada kesamaan antara keduanya melainkan namanya sahaja.”

Ibn Mas’ud berkata, “Tanah pada hari itu semuanya (dipenuhi) api, dan syurga di seberangnya telah terlihat bersama para bidadari dan cawan-cawan minumannya.” diriwayatkan oleh Imam Waki’ dalam kitab “Al-Zuhd”.

Keringat

Bayangkan jutaan manusia sejak zaman Nabi Adam hingga generasi terakhir berkumpul dan bersesak-sesakan. di bawah sinar matahari yang sangat panas, tanah yang membara, ditambah lagi suasana hati yang dipenuhi ketakutan, pada saat itu tubuh manusia basah dengan keringat. dalam hadis Muslim dari Al-Miqdad bin Al-Aswad, Nabi s.a.w. bersabda, “Pada hari kiamat matahari didekatkan kepada manusia sejarak satu mil. Maka semua manusia tenggelam di dalam keringatnya sesuai dengan amal perbuatannya (di dunia). Sebahagian mereka tenggelam hingga ke mata kaki, sebahagian yang lain hingga ke pinggangnya dan sebahagian yang lain hingga ke mulutnya.”

Imam Ibn Abi Jamrah dalam Syarh Sahih Al-Bukhari berkata, “Manusia yang paling terseksa dengan keringatnya ini adalah orang-orang kafir, kemudian (Muslim) pelaku dosa-dosa besar, dan seterusnya.”

Imam Al-Ghazali berkata dalam Ihyak Ulumiddin , “Ketahuilah setiap titis keringat yang tidak pernah dikeluarkan dalam bekerja di jalan Allah, dalam haji, jihad, puasa, tahajud, membantu Muslim atau beramar makruf nahi munkar, maka keringat itu akan dikeluarkan oleh rasa malu dan takut pada hari kiamat nanti.”

Balasan Amal sebelum Hisab

Singkat kata, setiap orang pada hari kebangkitan ini merasa sangat terseksa jauh sebelum mereka dihisab. Setiap orang merasakan sangat haus, lapar, penat, takut, sedih, bimbang stres dan berbagai kesusahan zahir dan batin serta lain-lain yang belum dapat kita bayangkan pada saat ini. Mereka terus dalam keadaan itu bertahun-tahun lamanya hingga Allah berkenan memulakan proses hisab dan penghitungan amal. Al-Ghazali berkata, “Fikirkanlah suasana panjang dan beratnya penungguan hari itu agar dengan itu terasa ringan bagimu dalam bersabar meninggalkan maksiat sepanjang hidupmu yang singkat ini.”

Pada hari itu, sekecil apa pun amal kebaikan yang pernah dilakukan seseorang di dunia sangat berharga untuk melepaskan sebahagian dari seksaan yang dideritanya ini. Rasulullah s.a.w. bersabda, “Barang siapa yang melepaskan seorang mukmin dari kesusahan, maka Allah akan melepaskan darinya satu daripada kesusahan yang terdapat pada hari kiamat.” (Riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah).

Daripada Abu Qatadah bahawa Nabi s.a.w. bersabda, “Barang siapa yang menginginkan agar Allah menyelamatkannya daripada kesusahan (yang dialami) pada hari Kiamat, maka bantulah orang yang dalam kesusahan, atau kurangilah kesusahannya.” (Riwayat Muslim).

Daripada ‘Uqbah bin ‘Amir bahawa Nabi s.a.w. bersabda, “Seseorang akan berteduh di bawah naungan sedekahnya hingga waktu pengadilan (hisab) tiba.” diriwayatkan oleh Imam Ahmad di “Musnad”-nya.

Al-Hafiz Ibn Abi Al-Dunya meriwayatkan daripada Ibn Mas’ud, “Semua manusia dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan telanjang, sangat lapar, sangat haus dan sangat penat. Barang siapa yang pernah memberikan pakaian kerana Allah, maka Allah akan memberinya pakaian. Barang siapa yang pernah memberi makan kerana Allah, maka Allah akan memberinya makanan. Barang siapa yang pernah memberi minum kerana Allah, maka Allah akan memberinya minuman. dan barang siapa yang pernah memaafkan karena Allah, maka Allah akan memaafkannya.”

Ulama tabiin kenamaan di kota Mekah, Sufyan bin ‘Uyainah, berkata, “Tidak ada nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya melebihi kebesaran kalimat tauhid: La ilaha illallah. Sebab kalimat ini di akhirat ibarat air sejuk di dunia.” diceritakan oleh Imam Al-Hafiz Jamaluddin Al-Mizzi dalam Tahdzib Al-Kamal fi Asma Al-Rijal.

Di bawah Naungan Allah

Sementara itu, apabila kebanyakan manusia dalam kesusahan, terdapat orang-orang tertentu yang seolah-olah tidak mengalami sebarang seksaan apa pun. Mereka adalah orang-orang yang di dunia telah mengalami kesusahan sekejap demi menjaga agama dan prinsipnya, ketika kebanyakan manusia pada saat itu menikmati keseronokan hawa nafsunya.

Rasulullah s.a.w. bercerita tentang mereka, “Tujuh golongan yang berada di bawah naungan Allah ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya; pemimpin yang adil, pemuda yang tubuhnya sentiasa menyembah Allah, seseorang yang hatinya terpaut kepada masjid jika ia keluar hingga kembali semula, dua orang yang saling mencintai kerana Allah; mereka berjumpa dan berpisah kerana-Nya, seseorang yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian hingga meneteskan air mata, seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita cantik dan terhormat namun menolaknya dengan berkata: aku takut kepada Allah, dan seseorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan tangan kanannya.”

Hadis sahih yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim ini mengandung keutamaan luar biasa untuk orang-orang yang memiliki salah satu, apalagi lebih, dari tujuh sifat ini. Iaitu adil, menjaga kebersihan diri sejak muda, sangat mencintai masjid, cinta kerana Allah, mengingat Allah dalam keadaan sendirian, menjaga diri daripada zina, dan bersedekah tanpa mengharap sembarang pujian ataupun balasan.

Imam ahli hadis terbesar di Andalusia Al-Hafiz Ibn Abdil Bar dalam dua kitabnya Al-Tamhid dan Al-Istizkar mentakwil kalimat “naungan Allah” yang disebutkan dalam hadis ini dengan “rahmat Allah.” Sebab mustahil Allah s.w.t. memiliki bayangan hingga manusia dapat berteduh di bawahnya.

Ahli hadis yang dikenal dengan gelaran Hafiz Al-Maghrib ini selanjutnya berkata, “Barang siapa yang berada di bawah naungan Allah, maka ia selamat dari kengerian hari kebangkitan dan segala sesuatu yang tengah menimpa manusia lain pada saat itu seperti rasa khuatir, stres dan (seksaan) keringat.”

Wasilah: Syafaat Terbesar

Setelah sekian lama berdiri di padang Mahsyar yang penuh derita itu, semua manusia sudah tidak mampu lagi menunggu. Mereka segera mendatangi nabi-nabi kekasih Allah agar mereka diperkenankan permintaan bagi Allah memulai hisab. Namun semua nabi-nabi, mulai dari Nabi Adam hingga Nabi Isa as, tidak ada yang berani mengabulkan permintaan itu. Mereka semua terlalu sibuk memikirkan kesalahan yang pernah mereka lakukan sehingga malu untuk meminta kepada Allah pada hari yang sangat menakutkan itu.

Para nabi dan rasul kemudian mengarahkan semua manusia supaya menemui kekasih Allah, pemilik wasilah dan syafaat terbesar, Baginda Muhammad s.a.w. Semua manusia kemudian melaksanakan anjuran tersebut. Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahawa Baginda segera berjalan ke arah Arasy lalu bersujud dan memuji Allah s.w.t. dengan puja-pujian yang belum pernah beliau ucapkan sebelumnya. Allah s.w.t. lalu berfirman, “Wahai Muhammad, angkat kepalamu. Mintalah, Aku akan mengabulkan.” Rasulullah s.a.w. segera meminta untuk dimulai hisab.

Allah segera menurunkan perintahnya kepada semua malaikat, maka hisab yang sangat menentukan itu segera dimulakan.

http://sinarmuslim.blogspot.com/2011/03/perjalanan-hari-kebangkitan.html
zzz
04.00 | 0 komentar

mitos legenda monster di arab

Written By bisnis online on Senin, 04 April 2011 | 20.28

inilah mitos legenda monster di arab.
1.Bahamut

Bahamut dalah ikan besar yang membantu bumi dalam Mitologi Arab. Dalam beberapa sumber, Bahamut digambarkan memiliki kepala menyerupai kuda nil atau gajah.

2.Falak

Falak legenda Bahamut adalah ular yang hidup di bawah Fire Realm. Ular ini dikatakan begitu besar sehingga hanya karena rasa takut terhadap kekuatan Allah saja yang bisa mencegahnya menelan semua ciptaan-Nya.

3.JIN IPRIT

iprit adalah jin kelas neraka, di bawah tingkat malaikat dan setan, terkenal akan kekuatan dan kelicikan.

Ifrit adalah makhluk bersayap api, baik perempuan atau laki-laki, yang tinggal di bawah tanah dan sering pergi ke reruntuhan. Menurut beberapa sumber, Ifrit hidup dalam sebuah masyarakat yang terstruktur di sepanjang garis suku Arab kuno, lengkap dengan raja-raja, suku, dan klan seperti manusia.

4.MARID


Marid seringkali digambarkan sebagai jenis yang paling kuat dari jin, memiliki kekuatan besar khususnya. Mereka adalah yang paling sombong. Seperti setiap jin, mereka memiliki kehendak bebas belum bisa dipaksa untuk melakukan tugas. Mereka juga memiliki kemampuan untuk memberikan harapan kepada manusia, tetapi biasanya membutuhkan pertempuran, ritual, atau penyembahan.

5.NASNAS

Nasnas adalah makhluk raksasa dalam mitologi Arab. Menurut Edward Lane, penerjemah abad ke-19 dari The Arabian Nights, Nasnas adalah "setengah manusia; memiliki setengah kepala, setengah tubuh, satu tangan, satu kaki, yang mana banyak melompat dengan kelincahannya". Hal ini diyakini sebagai keturunan setan disebut Shikk.

6.WEREHYENA

Werehyenas adalah makhluk mitologi yang mampu berubah bentuk menjadi hyena atau manusia. Mereka yang hadir dalam cerita-cerita dari beberapa budaya Arab, Afrika dan Eurasia.

Seperti manusia serigala cerita rakyat Eropa, werehyena digambarkan sebagai shapeshifters, meskipun tidak seperti manusia serigala yang biasanya digambarkan sebagai manusia awalnya, beberapa pengetahuan mengenai werehyena bercerita tentang bagaimana mereka juga dapat menyamar sebagai manusia hyena.
zzz
20.28 | 0 komentar

fenomena unik hari jum'at

inilah fenomena unik hari jum'at

Berikut ini Hari Tanggal dan Tahun:
* hari raya idul adha*****27-11-2009*****hari jum"at
*1 muharram************28-12-2009*****hari jum"at
*hari raya natal********25-12-2009******hari jum"at
*tahun baru ***********01-01-2010******hari jum"at
*maulid nabi muhammad saw**26-02-2010***hari jum"at
*wafat yesus kristus*******02-04-2010***hari jum"at
*hari raya waisak****28-05-2010*********hari jum"at
*hari raya idul fitri******10-09-2010*****hari jum"at
--------------------------------------------------------------------------

ini mungin hanya kebetulan saja,atau ad sesuatu yg di ingatkan kepada kita semua sebagai manusia ciptaan tuhan yang maha esa dan maha mengetahui segala galanya.
Kita bisa ambil hikmah dari apa sesungguhnya yg akan terjadi pada hari jum"at.
Beberapa agama mengungkapkan hari jum"at adalah hari yg istimewa.
Dan di salah satu kitab yaitu kitab suci al-qur"an menjelaskan bahwa ""hari kiamat""jatuh pada hari """""jum"at""""pula.

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa "kiamat memang sudah dekat" dan hanya tuhan yang maha esa yg tau,kapan hari itu akan terjadi.

Disini "ts" hanya berbagi berbagi info saja.dan mari kita benar benar menjalankan perintah tuhan yme. Dengan menjalankan perintahnya dan menjahui larangannya.
Semoga kita semua dalam lindungannya. Dan selalu di sisi tuhan. Amin
zzz
20.14 | 0 komentar

crazi gan!!ajaran sesat yang membuat orang bunuh diri masal

inilah ajaran sesat yang membuat orang bunuh diri masal

Anggota kongres Ryan, tiga orang wartawan, dan seorang anggota aliran pemujaan yang mencoba lari, terbunuh. Sebelas orang terluka. Beberapa jam setelah kejadian, pemimpin aliran pemujaan memerintahkan anggota-anggotanya untuk melakukan bunuh diri massal dengan meminum potasium sianida. Anak-anak meninggal lebih dulu, bayi dibunuh dengan racun yang dimasukkan ke mulut dengan sedotan. Setelah itu, lebih dari sembilan ratus orang, termasuk anak-anak, meracuni diri mereka sendiri.







zzz
19.55 | 0 komentar

inilah fakta mengagumkan tentang adzans

taukah kamu!!fakta mengagumkan tentang adzan??baca selengkapnya gan biar tau
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJKtSx3QtAbAr2ZBdJZyqjluDZd40ehW9eiI1JYpuAsJnTnPkt7dwq6QG0z8TsHwJEyQ9dTyS-QdlmBNN7L3aD-ILyPnumTReMvMkDs-jRj4iCL4IVzKuT24Ej4YOTkQac9eJw_r-7Dh0/s1600/azan.jpg

Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.

Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung "Kekuatan Supranatural"
Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.

2. Asal Mula Yang Menakjubkan:
Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap kurang pas dan kurang cocok.

Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”
yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.

3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa2 Penting:
Adzan Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar .

Peristiwa besar yang dimaksud adalah
- Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan Diatas Ka'bah

- Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.

4. Adzan Sudah Miliyaran kali Dikumandangkan:
Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya =

534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000

5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang
Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.

Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.

Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.

Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.

Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapaiJakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.
zzz
01.59 | 0 komentar
~ Ebook Best Seller Indonesia ~
dvd
dvd
Metode Solusi Pria

Rahasia Payudara

Peninggi Badan

~bisnis online ~
smuo
Rahasia Blogging
rumus bikin duit
Cara Memikat Wanita
.
Metode Suami Perkasa
.
Ebook Kamasutra
.