Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

....

selamat datang di blogger kondang.BLOGGER KONDANG hanyalah SEBUAH NAMA,karena kebingungan milih nama,yaudah jadilah blogger kondang.WALAUPUN TAK SEKONDANG ORANGNYA DAN KEMAMPUAN NYA HEEEE...HE...100XXXXXXXX!!BERBAGI INFORMASI YANG MENARIK DARI BERBAGAI SUMBER.,,TERMASUK DARI BLOG SEBELAH TUH..HEE...!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tampilkan postingan dengan label Briptu Norman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Briptu Norman. Tampilkan semua postingan

Polisi Joget atau Polisi Angker

Written By bisnis online on Jumat, 08 April 2011 | 04.59

Pilih Mana, Polisi Joget atau Polisi Angker
Bagi masyarakat, joget India Briptu Norman menghibur. Bagi institusinya, ia melangggar.
Rabu, 6 April 2011, 07:14 WIB
Elin Yunita Kristanti

Aksi 'Gila' Polisi Gorontalo (youtube)
BERITA TERKAIT
VIVAnews -- Gara-gara joget Indianya, Briptu Norman Kamaru terancam diberi sanski. Markas besar Kepolisian telah memberi perintah agar anggota Brimob Gorontalo itu diperiksa dan dijatuhi sanksi. Publik memang mendukung Norman dan menyebut aksinya itu sebagai hiburan ketimbang pelanggaran disiplin.
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Ronny Lihawa menilai bahwa polisi juga manusia, yang bisa jenuh lalu berkreasi dengan hiburan yang spontan. Itu sebabnya dia berpendapat bahwa Norman tidak sepatutnya diberi sanksi.
"Masa nggak boleh nyanyi-nyanyi, menghilangkan kejenuhan. Bayangkan, tugas delapan jam tidak boleh ke mana-mana, kan jenuh," kata Ronny kepada VIVAnews.com.  "Daripada dia tertidur, apalagi tak mungkin dia delapan jam nyanyi terus."

Sebelumnya, meski menghargai apa yang dilakukan Norman, Juru Bicara Polda Gorontalo AKBP Wilson Damanik menegaskan bahwa ada tiga kesalahan yang dilakukan Norman: tak berwibawa saat pakai baju polisi dan tugas, videonya diunggah ke YouTube, dan ada tindikan di lidahnya.

Menanggapi itu, Ronny Lihawa menegaskan tuduhan melakukan tiga kesalahan ituharus menngacu pada aturan."Ada larangannya atau tidak? Di pasal berapa? Kalau memang tidak boleh, berarti dia melanggar."

Yang jelas, Polri harus menjelaskan pada masyarakat, mengapa Norman harus dikenai sanksi. “Apakah karena dia ditindik, apakah karena video diunggah ke YouTube, polisi harus menjelaskannya ke masyarakat.”
Selain bukan pelanggaran yang luar biasa, aksi Norman membuat masyarakat terbahak dan mengerti sisi kemanusiaan seorang polisi.
Itu sebabnya Ronny meminta agar Polri proporsional. Jika alasannya menyanyi memakai seragam, banyak anggota Polisi juga berjoget dan menyanyi dengan pakaian dinasnya. "Di Thailand, polisi mengatur lalu lintas sambil menari. Ini menghibur, memberikan kesan humanis, daripada polisi yang angker. Polisi kan juga manusia," kata dia.

Sebaliknya, Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala mengaku memahami langkah kepolisian yang memeriksa dan memberikan sanksi pada Norman.

"Polri kan organisasi paramiliter, dan ketika yang bersangkutan bertugas, ada tata tertib organisasi dan perilaku yang harus diikuti," kata dia. "Maka bisa dimengerti respon negatif oleh korps."

Untuk itulah, tambah dia, Briptu Norman bisa dijatuhi sanksi. "Dalam konteks kedisiplinan, dia tidak disiplin, jaga malah joget," tambah Adrianus.

Bagaimana dengan tanggapan positif dari masyarakat? "Alasan itu tidak bisa diterima, kalau dia bebas tugas, kembali ke barak, dia bebas berbuat (menghibur diri). Tapi juga tak boleh sembarangan karena profesi polisi itu melekat."

Dukungan terhadap tindakan Norman terus mengalir dari masyarakat. Pembaca VIVAnews, Sinyo21 menulis: "Saya bersyukur yang diunduh bukan unsur pornografi, atau pencitraan negatif yang memalukan. Bersyukurlah POLRI, salah satu anggota Anda mencitrakan bahwa dia manusia, bukan robot. Dengan demikian dia bisa melayani dan mengayomi masyarakat dengan lebih MANUSIAWI. Bijaksanalah."
Juga Farid97 yang berpendapat, boleh saja Norman diberi sanksi, asal sebatas teguan. "Kalau lebih dari itu, perlu ditanya lagi apa alasan atasan nya begitu? Tidak bikin Polri turun derajat kok,malah bikin Polri dapat sambutan positif. Hukum saja polisi korup, tukang culik, markus ,rek gendut.!!!"
zzz
04.59 | 0 komentar

Briptu Norman Ditegur karena kelewat gaul

Briptu Norman Ditegur karena kelewat gaul
Briptu Norman Ditegur Agar Tak Kelewat 'Gaul'
"Figur anggota polisi berpakaian dinas kan harus menjaga kehormatan."
Selasa, 5 April 2011, 11:28 WIB
Elin Yunita Kristanti

Aksi 'Gila' polisi Gorontalo (youtube)

VIVAnews - Anggota Brimob Gorontalo, Briptu Norman Kamaru, mendadak terkenal gara-gara video joget Indianya yang diunggah ke situs Youtube, ramai diberitakan media dan hangat diperbincangkan di Internet.

Dalam video tersebut, Norman yang sedang bertugas di pos jaga berjoget ria sembari lip sync menirukan lirik lagu India, Chaiya-chaiya. Banyak pihak mengkhawatirkan Norman justru akan dihukum karena aksi kocaknya itu. Benarkah demikian?

Juru Bicara Polda Gorontalo AKBP Wilson Damanik mengatakan sebenarnya tak ada yang perlu dipermasalahkan dari video itu. "Kayaknya jadi heboh karena pakai pakaian dinas," kata dia saat dihubungi VIVAnews.com, Selasa, 5 April 2011.

Polda, tambah Wilson, menghargai apa yang dilakukan Norman. Tingkah itu, menurut Wilson, ada juga sisi positifnya, antara lain menunjukkan kreativitas dan untuk menghibur teman-teman polisinya. "Karena dalam suasana piket, ada titik jenuh, bosan, duduk terus. Polisi juga  manusia." 

Briptu Norman memang diketahui hobi menyanyi. "Kalau ada acara di Polda dia sering nyanyi, lagu India juga. Kayaknya dia memang fans lagu India," kata Wilson, geli.

Yang patut dipermasalahkan, kata Wilson kali ini dengan nada serius, kenapa rekaman video itu sampai diunggah ke Youtube. "Tampilannya ada kekurangan, masalah etika. Figur anggota polisi berpakaian dinas kan harus menjaga kehormatan, apalagi dalam pelaksanaan tugas, harus berwibawa."

Lalu, apa sanksi yang akan dijatuhkan?
"Kami akan memberikan teguran, seperti orang tua dan anak, agar tidak terlalu gaul seperti artis Bollywood," kata Wilson, sembari tersenyum. (kd)
zzz
04.58 | 0 komentar

briptu norman yang malang

malang nian nasibmu!!maksud hati ingin narsis!!e malah kena kasus.briptu norman yang malang.
Markas Besar Polri akhirnya memerintahkan Polda Gorontalo untuk memeriksa Briptu Norman Kamaru. Norman, adalah seorang anggota polisi yang bernyanyi dengan cara lypsinc alias gerak bibir, lagu India yang diunggah ke situs Youtube. Norman merupakan anggota Brimob Gorontalo.

"Sudah diperintahkan diperiksa untuk diambil keterangan," kata Kepala Korps Brimob Mabes Polri, Inspektur Jenderal Syafii Aksal, Jakarta, Selasa 5 April 2011.

Syafii tidak memberikan keterangan lebih lanjut fokus pemeriksaan apa yang akan dicecar kepada anggota polisi yang berlenggak-lenggok itu. Secara terpisah, juru bicara Polda Gorontalo Ajun Komisaris Besar Polisi Wilson Damanik mengatakan, dalam pemeriksaan ini ada dua hal yang menjadi perhatian.

"Pertama dari sisi kemanusiaan. Kami hargai dia bernyanyi lagu India dan berinisiatif menghibur rekannya sesama polisi," kata Wilson saat ditelepon VIVAnews.com. Polisi juga memaklumi seandainya ada niat Norman untuk menghibur rekannya yang mungkin saja sedang ada masalah.

Hal kedua adalah dari sisi kedinasan. Menurut Wilson, yang dilakukan Norman itu kurang etis. Apalagi, Norman yang terlihat sangat hafal lirik lagu Chaiya-Chaiya yang dipopulerkan Sharukh Khan itu, masih mengenakan pakaian dinas.

Sanksi apa yang akan diberikan? "Itu secara berjenjang. Kami serahkan ke atasannya langsung," ujar Wilson.

Video kocak berdurasi enam menit 30 detik ini diunggah tiga kali, yakni pada 29 Maret, 2 April, dan 3 April. Aksi polisi itu mengundang beragam komentar dari pengunjung Youtube. Rata-rata bernada positif. Salah satunya yang dilontarkan Goscario, "Stress gua langsung ilang... bintang baru nih... wkwkwkwk.." Begitu juga yang disampaikan pengunjung dengan ID Chamental2728. "Sangat menghibur sekali, Pak Polisi." (SJ)
zzz
04.57 | 0 komentar

Briptu Norman Ditegur Karena Tindik Lidah

gawat bos!!Briptu Norman Ditegur Karena Tindik Lidah.
Markas Besar Polri sudah memerintahkan untuk memeriksa anggota Brimob Gorontalo, Briptu Norman Kamaru, yang ber-lypsinc lagu India berjudul Chaiya-chaiya yang diunggah ke Youtube. Rupanya ada satu masalah menjadi perhatian Polri.

Yang menjadi permasalahan utama justru bukan aksi lenggak-lenggok dan nyanyian lypsinc selama enam menit 30 detik. Tapi justru aksi Briptu Norman di bagian paling akhir dalam video yang diunggah ke Youtube itu.

"Di bagian terakhir, dia (Norman) mengeluarkan lidah. Dan terlihat lidahnya ditindik," kata juru bicara Polda Gorontalo Ajun Komisaris Besar Polisi Wilson Damanik dalam keterangan kepada VIVAnews.com, Selasa 5 April 2011.

Menurut Wilson, gaya Norman dengan lidah bertindik itu dikhawatirkan timbul kesan lain dari masyarakat kepada polisi. Maka itu, Polda Gorontalo menyesalkan aksi Norman itu. "Itu menunjukkan kalau dia (Norman) itu kesannya seperti polisi gaul," sesal Wilson.

Meski demikian, Polda Gorontalo juga menyesalkan aksi Norman yang bernyanyi India itu masih menggunakan seragam dinas. Karena, aksi dengan seragam dinas itu dinilai kurang etis. "Pakaian dinas itu suatu kehormatan. Dia kurang menjaga kehormatan," ujarnya lagi.

Sementara, pembaca berita VIDEO: Atasan 'Polisi Menggila' Bicara, pun angkat suara. Sebagian besar, mereka mempertanyakan niat Polda Gorontalo memberikan sanksi karena aksi Norman yang kocak ini.
Salah satu pembaca, Dwi, menulis: mohon pak polisi yang lucu ini jangan diberi sanksi, setidaknya ini malah bagus lho, bisa memperbaiki citra polisi di mata masyarakat.

Sementara pembaca lain, Yotut, menulis: Nih petinggi polisi kurang kerjaan ya. Masak aksi begini kok mau dikasih sanksi. Pikir tuh anggota emang enak jaga berjam-jam di pos. Kalian para petinggi enak ada ruangan AC ,TV,DVD. lengkap hiburan. (SJ)
• VIVAnews
zzz
04.56 | 0 komentar

Joget India Polisi ‘Gaul’

Joget India Polisi ‘Gaul’,
Video berjudul ‘Polisi Gorontalo Menggila’ itu menampilkan suasana di sebuah pos jaga polisi. Keheningan pos jaga pecah saat lagu India Chaiya-chaiya yang rancak terdengar. Iramanya menggoda satu dari tiga polisi yang sedang piket.
Awalnya, salah seorang polisi -belakangan diketahui bernama Briptu Norman Kamaru- hanya manggut-manggut, sambil sesekali mulutnya komat-kamit mengikuti dendang lagu. Namun, semakin lama, gerakannya makin ‘gila’. Sambil tetap duduk, Pak Polisi itu berjoget ala bintang Bollywood, Shahrukh Khan – goyang leher, gerakan tangan, joget maju dan mundur. Mulutnya dengan fasih melafalkan lirik lagu yang nampaknya sudah ia hapal benar, penuh penghayatan. Meski hanya lipsync.
Yang menggelitik, dua rekannya yang lain nampak cuek. Salah satu rekannya sempat menoleh sebentar, tertawa, lalu memalingkan muka. Lainnya, duduk menunduk memainkan telepon genggamnya, benar-benar tak peduli. Video yang awalnya beredar melalui situs YouTube ini sontak meledak, seiring pemberitaan gencar di media.
Orang pun bertanya-tanya, siapa sosok polisi kocak yang ada dalam video yang diunggah ke internet tersebut. Belakangan diketahui, namanya Briptu Norman Kamaru, anggota Brimob Polda Gorontalo.
Meski lucu dan menghibur, aksi Norman tak dikehendaki sang atasan. Bukan soal jogetnya. Juru Bicara Polda Gorontalo AKBP Wilson Damanik mengaku, pihaknya menghargai kreativitas Norman yang menghibur rekan-rekannya, juga dirinya sendiri. “Karena dalam suasana piket, ada titik jenuh, bosan, duduk terus. Polisi kan juga  manusia,” kata dia kepada VIVAnews.com, Selasa 5 April 2011.

Briptu Norman memang diketahui hobi menyanyi. "Kalau ada acara di Polda dia sering nyanyi, lagu India juga. Kayaknya dia memang fans lagu India," kata Wilson, geli.
Namun, ada sisi negatif dari penampilan Norman yang tak bisa dibiarkan. Yakni, soal etika, “Figur anggota polisi berpakaian dinas kan harus menjaga kehormatan, apalagi dalam pelaksanaan tugas, harus berwibawa,” kata Wilson.
Cacat yang lain, penampilan Norman terlalu gaul. “Dalam gerakannya itu, saat menjulurkan lidah, ternyata ada semacam anting (tindik). Itu terkesan gaul, kurang etis,” kata dia. Dengan nada serius, Wilson mempertanyakan kenapa rekaman video itu sampai diunggah ke Youtube. Itu artinya, seluruh dunia bisa menyaksikannya.
Lalu apa sanksi yang akan dijatuhkan untuk Norman? “Kami akan memberikan teguran, seperti orang tua dan anak, agar tidak terlalu gaul seperti artis Bollywood,” kata Wilson.
Sementara, dari Jakarta, Markas Besar Kepolisian memerintahkan Polda Gorontalo untuk memeriksa Briptu Norman Kamaru. "Sudah diperintahkan diperiksa untuk diambil keterangan," kata Kepala Korps Brimob Mabes Polri, Inspektur Jenderal Syafii Aksal, Jakarta, Selasa 5 April 2011.

Syafii tidak memberikan keterangan lebih lanjut fokus pemeriksaan apa yang akan dicecar kepada anggota polisi yang berlenggak-lenggok itu.
Dimintai konfirmasi kembali soal perintah Mabes Polri, Wilson Damanik mengatakan, ada kemungkinan Norman kena sanksi.  Lalu, sanksi apa yang akan diberikan? "Itu secara berjenjang. Kami serahkan ke atasannya langsung," ujar Wilson.
Seorang anggota polisi Gorontalo, kepada VIVAnews, menceritakan, Briptu Norman berasal dari keluarga polisi. Ia bungsu dari tiga bersaudara yang semuanya laki-laki dan polisi. Bapaknya juga polisi. “Sehari-hari Norman itu biasa-biasa saja,  yang menonjol dia suka seni, terutama lagu-lagu India,” kata dia.
Bertugas bersama Norman, tambah dia, berarti harus siap-siap perut jadi kaku. “Dia suka membuat lelucon dan menghibur teman-temannya.”
Tanggapan positif
Meski tingkahnya tak berkenan di hati para atasannya, aksi joget Norman mendapat tanggapan positif dari orang-orang yang menonton video lucunya.
“Norman, anda top banget. Kalau di beri sanksi sama atasan anda, nanti penggemar Bollywod sedunia akan demo. Maju terus. Kalau mau kasih sanksi , kasih saja sama polisi yang punya rekening gendut,” kata pembaca VIVAnews, Rhani.
Pembaca lain, Amir mengatakan, meski tergolong iseng, apa yang dilakukan Norman tak memberi citra negatif ke polisi. “Dilihat dari tanggapan orang orang, tidak ada nilai negatifnya bahkan membuat orang terhibur. Bahkan sayapun tertawa terbahak,” kata dia.
Sementara, pembaca dengan ID cinta Indonesia, punya pesan untuk polisi, terutama para atasan Norman: “Buat atasannya Norman, urus saja judi togel, perampokan, pencurian, kasus korupsi, kasus rekening gendut jangan masalah kayak gini anda urus. Bukan Briptu Norman yang membuat malu instansi kepolisian.”
Lalu ada Yotut yang menulis: “Nih petinggi polisi kurang kerjaan ya. Masak aksi begini kok mau dikasih sanksi. Pikir tuh anggota emang enak jaga berjam-jam di pos. Kalian para petinggi enak ada ruangan AC, TV,DVD. lengkap hiburan. Mikir Komendan..!

Juga Rindo Ridwans: Waduh, kalo sampe yang begini dihukum nanti gak ada lagi yang menghibur kita dong. Jangan kakulah sama peraturan Pak. Masyarakat kita sudah banyak yang "gila",tapi "gila" yang satu ini benar-benar menghibur, Hidup Briptu Norman, Hidup Polisi "Gila".
Selain dari masyarakat, kreatifitas Nornam juga mendapat tanggapan positif dari anggota Komisi Kepolisian Nasional, Kompolnas, Ronny Lihawa. “Polisi juga manusia, masa nggak boleh nyanyi-nyanyi, menghilangkan kejenuhan. Bayangkan, bertugas di di pos jaga, 8 jam tidak boleh ke mana-mana, kan jenuh,” kata dia kepada VIVAnews, Selasa sore. “Daripada tidur? Apalagi dia tidak menyanyi terus 8 jam terus-menerus.”
Bagaimana dengan alasan lidah Norman ditindik? “Itu kan kita tidak tahu, kembali lagi, ada larangan nggak (bertindik), di pasal berapa?, kalau nggak boleh, baru salah,” kata Ronny.
Kalaupun Norman ditindak, Ronny berpendapat, itu bukan karena dia menyanyi. “Apakah karena dia ditindik, apakah karena video diunggah ke YouTube, polisi harus menjelaskannya ke masyarakat.” Ronny berpendapat kalaupun ada pelanggaran, Norman cukup diberi teguran.
Polisi juga diminta bersikap proporsional, jika menilai Norman salah karena menyanyi dan berjoget menggunakan seragam. “Banyak polisi menyanyi memakai seragam tugas,” kata dia. “Polisi di Thailand, mengatur lalu lintas sambil menari, bagi masyarakat, itu lebih memberikan kesan humanis, ketimbang polisi yang angker dan melakukan kekerasan – meski itu bagian dari tugas.”
Bandingkan dengan Evan Brimob
Untuk diketahui, Norman bukan satu-satunya anggota Brimob yang mendadak ngetop di dunia maya. Tenar duluan di akhir tahun 2009 adalah ‘Evan Brimob’ yang statusnya di Facebook membuat geger seantero negeri.
Status atas nama Evan Brimob di Facebook ditulis: “Polri gak butuh masyarakat.. tapi masyarakat yg butuh polri.. maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil.”
Untuk diketahui munculnya status Evan bertepatan dengan perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) versus Polri yang sering disebut Cicak lawan Buaya. Bedanya, jika Norman menuai tanggapan positif, Evan Brimob justru dikecam mayoritas Facebooker, meski ada juga yang membelanya.
Belakangan, Evan lantas meralat statusnya: "Ya saya mengaku salah. Sekarang saya ralat : polri butuh masyarakat... masyarakat butuh polri.... maju terus kepolisian Indonesia, bangkit indonesiaku, lawan para koruptor dan perusak negeri ini....."
Soal Evan Brimob, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Abdul Gofur membenarkan, bahwa ia memang benar anggota Brimob. Ia berpangkat Bripda atau Brigadir Dua di satuan Brimob Polda Sumatera Selatan. “Dia (Evan Brimob) memang anggota kami," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi Abdul Gofur, Jumat 6 November 2009.”
Ia kemudian mengatakan, apa yang ditulis "Evan Brimob" dalam status jejaring Facebooknya, tidak sepenuhnya kata-kata yang ditulis Evan. Ia hanya menulis satu kalimat, selanjutnya adalah kerjaan hacker.

Evan Brimob
Laporan: Rahmat Zeena| Makassar
• VIVAnews
zzz
04.55 | 0 komentar

video Polisi Gorontalo Menggila

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/04/108203_aksi--gila--polisi-gorontalo_300_225.jpgvideo Polisi Gorontalo Menggila.Briptu Norman Kamaru
Siapapun yang melihat video berjudul ‘Polisi Gorontalo Menggila’ pasti bakal tertawa terbahak. Di dalam rekaman itu, seorang polisi berjoget India ala bintang Hollywood, Shahrukh Khan diiringi Lagu Chaiya-chaiya
Tak hanya badannya yang bergoyang semangat, mulutnya komat-kamit melafalkan lirik lagu, meski hanya lipsync. Belakangan diketahui, polisi kocak itu bernama Briptu Norman Kamaru, anggota Brimob Polda Gorontalo.

Gara-gara video jogetnya menyebar lewat situs YouTube, Norman mendadak tenar. Tapi, ia juga terancam kena sanksi dari institusinya, Polri. Mabes Polri sudah memerintahkan ia diperiksa dan dijatuhi sanksi.

Sementara, meski menghargai apa yang dilakukan Norman, Juru Bicara Polda Gorontalo AKBP Wilson Damanik mengatakan ada tiga kesalahan yang dilakukan Norman: tak berwibawa saat pakai baju polisi dan tugas, videonya diunggah ke YouTube, dan ada tindikan di lidahnya. Untuk ukuran polisi, dia terlalu 'gaul'.

Meski apa yang dilakukan Norman tak berkenan di hati para atasannya, publik justru memberikan dukungan. Di laman jejaring sosial, Facebook, beberapa grup khusus didedikasikan untuk Pak Polisi lucu itu.

Salah satunya, grup 'Satu Juta Mendukung BRIPTU NORMAN KAMARU' yang telah menjaring 7.121 dukungan. Seorang facebooker, Fandy Rockafada menyatakan dukungannya: "Buat Briptu Norman hadapi aja dengan senyuman. Kami mendukungmu dan yang berikan sanksi itu sudah salah besar. Masa orang yang mempunyai kreatifitas di salahkan apa kata dunia? Mending urus aja itu para tikus tikus koruptor yang makan uang rakyat."

Sementara facebooker lain, Albert Halomoan Pasaribu menulis," SBY saja boleh nyanyi, menteri boleh nyanyi."

Para pendukung Briptu Norman juga membuat grup 'Menolak Hukuman Briptu. Norman Kamaru (Video Polisi Gorontalo Menggila)' yang menjaring 542 dukungan, lalu ada grup 'Gerakan Dukung Briptu Norman Kamaru' yang didukung 3.581 Facebooker, dan grup 'Salahkah dia? (kami dukung Briptu Norman Kamaru)' yang didukung 266 orang.
Dukungan juga mengalir ke akun Facebook 'Norman Kamaru'. Ratusan orang mengomentari status terakhirnya di Facebook, yang ia tulis 18 jam lalu.

Dari status-statusnya di facebook, juga Twitter, bisa dilihat seperti apa karakter pria kelahiran 1 Januari 1985 itu. Dalam Twitter @norman kamaru tertulis: Cara mendapatkan pacar dengan "3 N" 1.Narsis 2.Nalar Kalau masih gagal juga cobain yg ke 3 pasti jitu : 3. Ngaca!!.
Dia memang kocak. (SJ)
zzz
04.54 | 0 komentar
~ Ebook Best Seller Indonesia ~
dvd
dvd
Metode Solusi Pria

Rahasia Payudara

Peninggi Badan

~bisnis online ~
smuo
Rahasia Blogging
rumus bikin duit
Cara Memikat Wanita
.
Metode Suami Perkasa
.
Ebook Kamasutra
.